ARASVARA.ID - Surat Al Qariah merupakan salah satu surat pendek urutan ke-101 dalam Al-Quran dengan jumlah 11 ayat. Ketahui penjelasan selengkapnya tentang surat ini.

Al Qariah memiliki arti hari kiamat. Sejalan dengan itu, surat Al Qariah pun menjelaskan tentang gambaran yang terjadi di hari akhir serta makna mendalamnya yang perlu diketahui oleh umat Islam.

Surat ini termasuk dalam golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Nama Al Qariah sendiri memiliki arti yang sangat kuat yaitu "yang mengguncang hebat' atau 'hari kiamat", diambil langsung dari bunyi ayat pertamanya.

Mengenal Surat Al Qariah

Sebagaimana tema yang dibicarakan dalam surat Al Qariah adalah hari kiamat, maka kesebelas ayat dalam surat ini pun menggambarkan kejadian dan apa saja yang akan dialami oleh manusia pada hari Akhir tersebut.

Menurut Profesor Quraish Shihab, surat Al Qariah ini berbicara khusus tentang awal kejadian di hari kiamat yang akan menggemparkan seluruh alam semesta.

Suara yang terjadi di hari itu akan sangat keras hingga memekakkan telinga serta pikiran manusia. Tiap-tiap orang akan bertebaran termasuk gunung-gunung kokoh yang hanya layaknya bulu ringan tertiup angin.

Allah SWT menjelaskan lewat Al Qariah bahwa pada hari itu tiba, manusia akan seperti daun yang terbang, sekaligus terdapat balasan setimpal yang bakal diterima sesuai dengan perbuatan selama di dunia.

Bacaan Surat Al Qariah

اَلۡقَارِعَةُ

  1. Al qoori'ah

Hari Kiamat,

مَا الۡقَارِعَةُ‌

  1. Mal qooriah

Apakah hari Kiamat itu?

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الۡقَارِعَةُ

  1. Wa maa adraaka mal qoori'ah

Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

يَوۡمَ يَكُوۡنُ النَّاسُ كَالۡفَرَاشِ الۡمَبۡثُوۡثِۙ‏

  1. Yauma ya kuunun naasu kal farashil mabthuuth

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan

وَتَكُوۡنُ الۡجِبَالُ كَالۡعِهۡنِ الۡمَنۡفُوۡشِؕ

  1. Wa ta kuunul jibalu kal 'ihnil manfuush

Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan

فَاَمَّا مَنۡ ثَقُلَتۡ مَوَازِيۡنُهٗ

  1. Fa-amma man thaqulat mawa ziinuh

Maka adapun orang yang berat timbangan kebaikannya,

فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍ

  1. Fahuwa fii 'ishatir raadiyah

maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).

وَاَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَازِيۡنُهٗ

  1. Wa amma man khaffat mawa ziinuh

Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikannya,

فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ

  1. Fa-ummuhu haawiyah

Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا هِيَهۡ

  1. Wa maa adraaka maa hiyah

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

نَارٌ حَامِيَةٌ

  1. Naarun hamiyah

Yaitu api yang sangat panas.

Tafsir Singkat Surat Al Qariah

Bacaan kata Al Qariah mengalami pengulangan pada ayat pertama dan kedua untuk menegaskan apa yang bakal terjadi.

Melalui ayat pertama dalam surat ini, Allah SWT menjelaskan bahwasannya hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat karena akan menghadirkan suara menggelegar besar yang menciptakan gemetar di hati manusia.

Pada hari itu, nasib seseorang akan bergantung pada kedekatannya dengan Allah SWT semasa ia hidup dunia. Mereka yang kerap melakukan kebaikan dan berada di jalan Allah seraya mengamalkan nilai-nilai Islam, maka akan memiliki timbangan kebaikan yang berat di sisi Allah.

Di sisi lain, akan ada juga manusia yang timbangan kebaikannya ringan sebab telah berpaling dan menjauhkan wahyu Allah selama menjalankan kehidupan di dunia. Adapun jaminan yang didapat ialah terjerumus ke neraka.

Secara isi lengkapnya, Al Qariah seakan memberikan peringatan kepada sesama manusia tentang betapa hebat dan dahsyatnya kiamat, hingga gambaran ketika dibangkitkan dari kubur untuk dihisap amal perbuatan.