ARASVARA.ID - Surat Ad-Duha merupakan surah ke-93 dalam Al-Qur'an yang termasuk golongan surat Makkiyah, terdiri dari 11 ayat. Secara umum, Ad-Duha membahas tentang nikmat Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Sejalan dengan itu, surat Ad-Duha turun bersama suatu peristiwa yang melatarbelakanginya. Terdapat banyak riwayat terkait Ad-Duha yang semua berujung pada satu kondisi, yakni kegundahan Nabi Muhammad SAW akibat terhentinya wahyu dari Allah SWT selama beberapa waktu.
Sebagaimana surah lainnya dalam Al-Qur'an, kandungan surat Ad-Duha pun memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang arti surat Ad-Duha, simak informasi di bawah ini.
Asbabun Nuzul Surah Ad-Duha
Berbagai latar belakang peristiwa turunnya surat Ad-Duha atau yang bisa disebut asbabun nuzul, terjadi secara bertahap layaknya surah-surah di dalam Al-Qur'an.
Jundub bin Abdillah menceritakan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW tidak mendengar turunnya wahyu selama beberapa saat, yang kemudian menimbulkan keraguan dalam hatinya.
"Suatu ketika Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallama sakit selama sehari atau dua hari. Seorang wanita datang ke Nabi Muhammad SAW sambil berkata 'Wahai Muhammad! Tidaklah aku saksikan bahwa setanmu itu meninggalkanmu.' Kemudian Allah menurunkan surah Ad-DUha." (HR Bukhari no.4950)
Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW dengan wahyu Allah pun menciptakan kebahagiaan di hati Rasulullah.
Ayat Surat Ad-Duha
Berikut bacaan surat Ad-Duha beserta latin dan artinya:
وَالضُّحٰىۙ
Wad duhaa
Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),
وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ
Wal laili iza sajaa
dan demi malam apabila telah sunyi,
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىؕ
Ma wad da'aka rabbuka wa ma qalaa
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,
وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰىؕ
Walal-aakhiratu khairul laka minal-uula
dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.
وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰىؕ
Wa la sawfa y'utiika rabbuka fatarda
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى
Alam ya jidka yatiiman fa aawaa
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى
Wa wa jadaka daal lan fahada
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,
وَوَجَدَكَ عَآٮِٕلًا فَاَغۡنٰىؕ
Wa wa jadaka 'aa-ilan fa aghnaa
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ
Fa am mal yatiima fala taqhar
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
Wa am mas saa-ila fala tanhar
Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).
وَاَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ
Wa amma bi ni'mati rabbika fahad dith
Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Kandungan Surah Ad-Duha
Surah Ad-Duha secara menyeluruh memiliki kandungan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilengkapi dengan perintah untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.
Melalui surah Ad-Duha ini pula, disebutkan larangan untuk berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta kepada kita. Sebab, Allah SWT senantiasa telah memberikan kecukupan yang sepatutnya disyukuri.
Berdasarkan asbabun nuzulnya, Ad-Duha menunjukkan kuasa Allah SWT yang tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad SAW. Terbukti dari datangnya malaikat Jibril dengan wahyu berupa surah Ad-Duha untuk Rasulullah yang berbunyi "Wadh Dhuhaa-Wallaili bidzaa sajaa".
Demikian informasi mengenai Surah Ad-Duha mulai dari kandungan, bacaan, hingga asbabun nuzul yang dapat dimengerti dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.