ARASVARA.ID - Surat Al-Ghasyiyah merupakan surat-surat pendek juz 30. Surat ini berada di urutan ke-88 dalam Al-Qur'an, setelah surat A- Zariyat.
Surat tersebut termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah, terdiri dari 26 ayat. Nama surat ini diambil dari ayat pertamanya, yaitu Al-Ghasyiyah, artinya Hari Pembalasan.
Surat ini sering dibacakan dalam sholat Jumat dan Sholat Eid bersamaan dengan surat Al- A'la oleh para ulama. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.
Asbabun Nuzul Surat Al-Ghasyiyah
Tidak ada sebab khusus dari peristiwa diturunkannya surat Al-Ghasyiyah. Pada ayat pertama hingga ke tujuh, surat ini menggambarkan betapa keji dan menakutkannya siksa neraka.
Sementara itu, menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah bahwasahnya, ayat ke-17 dari surat Al-Ghasyiyah diturunkan oleh Allah SWT untuk menggambarkan kenikmatan surga.
Kemudian, orang-orang kafir yang mendengar hal tersebut merasa takjub hingga menggelengkan kepala membayangkan kenikmatan surga.
Bacaan Surat Al-Ghasyiyah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِ ۗ ١
hal atâka ḫadîtsul-ghâsyiyah
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ ٢
wujûhuy yauma'idzin khâsyi‘ah
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ ٣
‘âmilatun nâshibah
(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ ٤
tashlâ nâran ḫâmiyah
Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ ٥
tusqâ min ‘ainin âniyah
(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍ ۙ ٦
laisa lahum tha‘âmun illâ min dlarî‘
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍ ۗ ٧
lâ yusminu wa lâ yughnî min jû‘
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ ٨
wujûhuy yauma'idzin nâ‘imah
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ ٩
lisa‘yihâ râdliyah
merasa puas karena usahanya.
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍ ۙ ١٠
fî jannatin ‘âliyah
(Mereka) dalam surga yang tinggi.
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ ١١
lâ tasma‘u fîhâ lâghiyah
Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ ١٢
fîhâ ‘ainun jâriyah
Di sana ada mata air yang mengalir.
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ ١٣
fîhâ sururum marfû‘ah
Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ ١٤
wa akwâbum maudlû‘ah
gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ ١٥
wa namâriqu mashfûfah
bantal-bantal sandaran yang tersusun,
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ ١٦
wa zarâbiyyu mabtsûtsah
dan permadani-permadani yang terhampar.
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ۗ ١٧
a fa lâ yandhurûna ilal-ibili kaifa khuliqat
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْ ۗ ١٨
wa ilas-samâ'i kaifa rufi‘at
Bagaimana langit ditinggikan?
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ ۗ ١٩
wa ilal-jibâli kaifa nushibat
Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ ۗ ٢٠
wa ilal-ardli kaifa suthiḫat
Bagaimana pula bumi dihamparkan?
فَذَكِّرْ ۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌ ۙ ٢١
fa dzakkir, innamâ anta mudzakkir
Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.
لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ ۙ ٢٢
lasta ‘alaihim bimushaithir
Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَ ۙ ٢٣
illâ man tawallâ wa kafar
Akan tetapi, orang yang berpaling dan kufur,
فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَ ۗ ٢٤
fa yu‘adzdzibuhullâhul-‘adzâbal-akbar
Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar.
اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ ٢٥
inna ilainâ iyâbahum
Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali.
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْࣖ ٢٦
tsumma inna ‘alainâ ḫisâbahum
Kemudian, sesungguhnya Kamilah yang berhak melakukan hisab (perhitungan) atas mereka.
Kandungan Surat Al-Ghasyiyah
1. Allah SWT memperingatkan kepada manusia tentang dahsyatnya hari kiamat. Pada saat itu, manusia akan menundukkan wajahnya karena merasa hina dan berusaha menghindar dari siksa neraka.
2. Pada surat ini, diberikan gambaran terkait nasib penghuni neraka, diantaranya yaitu mereka diberi minum dari sumber air yang sangat panas dan makanan dari pohon berduri.
3. Selain gambaran akan kengerian neraka, Allah SWT juga memberikan gambaran surga, berupa wajah yang berseri-seri, mata air yang mengalir, hingga kenikmatan lainnya sebagai balasan bagi orang beriman.
4. Allah SWT juga mengajak manusia untuk merenungi seluruh ciptaannya yang ada di alam semesta ini, seperti gunung-gunung yang kokoh, langit yang tinggi serta lain sebagainya.
5. Melalui surat ini, Allah SWT memberikan peringatan bahwa setiap amal perbuatan akan dihitung dan mendapatkan balasan yang setimpal.