ARASVARA.ID - Saat ini banyak sekali bahasa bipolar yang kerap kali belum dimengerti oleh sejumlah orang.
Tentunya kamu bisa mengetahui tentang bipolar hingga cara mengatasinya dengan benar.
Menilik informasi dari laman Kemenkes, penderita bipolar umuknya merasakan dua gejala yaitu mania dan depresif.
Apa Itu Bipolar?
Bipolar merupakan ganguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi dari rasa gembira menjadi depresi parah.
Melansir dari laman Kemenkes, beberapa studi juga menunjukkan perubahan fisik pada otak penderita gangguan bipolar.
Gangguan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter, fungsi tiroid yang abnormal, gangguan ritme sirkadian hingga tingkat tinggi hormon stres kortisol.
Tanda Perubahan Emosi Gangguan Bipolar
Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.
Dari percaya diri menjadi pesimis.
Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas.
Gejala Bipolar
Kemenkes mengatakan gangguan bipolar menjadi kondisi kejiwaan yang membuat penderita mengalami perubahan emosi drastis dari mania hingga menjadi depresif atau sebaliknya.
Perubahan itu terjadi dari saatu emosi ke emosi lain yang biasanya ada fase perubahan suasana hati.
1. Gejala Mania
Merasa sangat bahagia atau senang.
Berbicara sangat cepat, sering, dan tidak seperti keadaan normal.
Merasa sangat bersemangat.
Muncul rasa percaya diri yang berlebihan.
Keinginan untuk tidur menurun.
Tidak nafsu makan.
Mudah terganggu.
2. Gejala Depresif
Merasa sangat sedih dan putus asa.
Lemas dan kurang energi.
Sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
Hilang keinginan untuk beraktivitas.
Merasa kesepian dan tidak berguna.
Merasa bersalah
Pesimis terhadap segala hal dan membenci diri sendiri.
Tidak nafsu makan.
Gangguan dalam tidur seperti sulit tidur atau bangun terlalu dini.
Delusi atau waham.
Muncul keinginan untuk bunuh diri.
Penyebab Bipolar
WHO menyatakan terdapat beberapa penyebab yang berpotensi menimbulkan kondisi bipolar termasuk faktor biologis, psikologi, sosial dan struktural.
Melansir dari Eka Hospital, faktor genetik juga sangat kuat dalam mempengaruhi yang dikenal dengan gangguan kesehatan mental.
Mitra Keluarga juga menuturkan ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat kimia pengontrol otak juga berperan memicu meledaknya gangguan ini.
Dampak Gangguan Bipolar
Dokter akan menggunakan obat atau terapi khusu untuk menangani pasien pengidap gangguan bipolar.
Biasanya, pasien harus melakukan kontrol secara rutin kepada dokter untuk bisa menemukan solusi yang tepat.
Pasalnya, gangguan tersebut harus segera di atasi untuk tidak menimbulkan masalah lain.
Penyebab Gangguan Bipolar
Biasanya gangguan bipolar muncul dikarenkan ketidakseimbangan pada neurotransmitter yang berfungsi mengendalikan cara kerja otak.
Dengan begitu biasanya kamu dapat melakukan hal yang ada di luar kendali diri seketika gangguan itu meledak.
Cara Menangani Bipolar?
Melansir informasi dari WHO, kamu bisa melakukan beberapa terapi untuk menyembuhkan bipolar:
1. Terapi Obat-obatan
Kamu bisa menggunakan obat antipsikotik yang terbukti efektif untuk membantu mengendalikan episode mania dan mengkombinasikan dengan mood stabilizer saat epiosode depresi.
2. Terapi Psikologis
WHO juga merekomendasikan intervensi psikologis dengan terapi psikologis (CBT), interpersonal dan psikoedukasi efektif.
3. Konsultasi ke Dokter
Kamu harus periksa ke dokter atau psikiater ketika mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem.
Kesimpulan
Bipolar merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan ekstrem antara mania dan depresi.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya yang diyakini berperan memicu gangguan bipolar timbul.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id