ARASVARA.ID - Belakangan ini, publik ramai membahas tentang "Fatherless", mulai dari penyebab hingga dampak yang dirasakan dalam kehidupan.

Banyak orang yang merasa memiliki nasib serupa, mereka saling membagikan pengalaman hidup di berbagai platform sosial media pribadinya.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai isu tersebut, kamu bisa membaca artikel ini sampai habis. Terdapat beragam informasi tentang fatherless, mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.

Apa Itu Fatherless?

Kata "fatherless" berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kehilangan ayah. Sedangkan menurut psikologi, fatherless merupakan kondisi seorang anak yang kehilangan peran ayah secara emosional, meski sosok tersebut masih hadir secara fisik dalam hidupnya.

Pernyataan tersebut selaras dengan kutipan dari Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, vol.2, no.4, tahun 2025, yang menyatakan "Fatherless adalah kondisi di mana seorang anak mengalami ketiadaan sosok ayah dalam kehidupannya".

Fenomena ini terjadi karena adanya stigma peran seorang ayah dalam pengasuhan hanya sekedar memberi nafkah, tidak terlibat aktif dalam mengatur pola asuh anaknya.

Pada umumnya, semua bentuk pendidikan dan pola asuh anak cukup dilakukan oleh ibunya, sehingga bonding antara anak dengan ayah menjadi tidak kuat secara emosional.

Padahal, ayah memiliki peran penting dalam setiap proses tumbuh kembang anaknya. Karena, dapat membantu proses pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak.

Tidak heran jika fenomena tersebut dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada anak yang tumbuh dalam keluarga yang terlihat utuh.

Apa Saja Penyebab Fatherless?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Siti Aisah dan kawan-kawan dalam Jurnal Studi Kemahasiswaaan, vol. 6, no. 2, tahun 2026, terdapat beberapa faktor penyebab fatherless yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, diantaranya yaitu"

1. Perceraian

Hubungan rumah tangga yang tidak berjalan dengan baik, bahkan sampai bercerai, menjadi salah satu faktor anak mengalami fatherless.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak perubahan dalam hidup anak, sehingga jarak antara anak dengan ayah semakin jauh, baik secara fisik maupun emosional.

Pada umumnya, pasca perceraian membuat intensitas kehadiran sosok ayah dalam hidup anak semakin berkurang, terlebih lagi jika hak asuh jatuh kepada sang ibu atau hubungan keduanya yang kurang baik.

Dengan begitu, komunikasi antara anak dengan ayah juga makin renggang seiring berjalannya waktu.

2. Kematian

Kehilangan ayah karena meninggal dunia merupakan bentuk fatherless paling nyata. Anak kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dibersamai oleh sang ayah, baik secara fisik maupun emosional.

Dampak pada kehidupan anak bisa berbeda-beda tergantung umur saat ditinggalkan atau bentuk dukungan dari orang sekitar.

3. Sibuk Bekerja

Secara tidak sadar, kesibukkan menjadi faktor penyebab fatherless yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Pada umumnya, saat sibuk mencari nafkah, tenaga seorang ayah sudah menipis dan kelelahan ketika sampai di rumah. Sehingga momen bersama anak menjadi berkurang.

Sikap tersebut membuat anak merasa tumbuh dengan kehadiran seorang bapak secara fisik saja, karena tidak ada ikatan emosional di dalamnya.

Momen penting dalam masa pertumbuhan anak kerap terlewatkan, komunikasi juga berkurang dan menjadi semakin canggung.

Apa Dampak Fatherless pada Anak?

1. Kesulitan Membangun Rasa Percaya Diri

Anak tumbuh tanpa validasi dan afirmasi dari seorang bapak cenderung susah dalam membangun rasa percaya diri. Sehingga mereka haus akan pengakuan dari orang lain.

2. Kesulitan Regulasi Emosi

Mengutip dari Journal Of Social Science Research, vol. 4, no. 1, tahun 2024 "Ketidakhadiran ayah menyebabkan tidak adanya peran sentral dalam pengembangan keterampilan emosional dan perilaku anak."

Dengan begitu, ketidakhadiran sosok ayah membuat anak tidak tahu cara mengatasi kemarahan, kecemasan atau emosi lain yang dirasakannya. Sehingga mereka cenderung tidak mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

3. Rasa Hampa

Ketiadaan seorang bapak mampu membuat anak merasa hampa dalam kehidupannya. Mereka cenderung mencari kenyamanan dari lingkungan sekitarnya.

Tentu saja hal ini bis amenjadi dampak yang negatif jika anak masuk dalam lingkungan yang kurang baik untuk pembentukan karakternya.

Bagaimana Cara Mengatasi Fatherless?

Melansir dari akun TikTok @larenaselfhelp, membagikan beberapa cara untuk mengatasi anak yang mengalami fatherless, diantaranya yaitu:

1. Validasi Luka

Setiap individu yang merasa kehilangan figur orang tua laki-laki perlu menganali dirinya lebih dalam.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui luka yang ada pada dirinya. Setelah itu, bisa memvalidasi luka tersebut dan melakukan proses penyembuhan.

2. Mengetahui Innerchild

Sikap ini bisa menjadi salah satu proses penyembuhan luka dari kehilangan figur ayah, kemudian berdamai dan menerima semua yang terjadi dalam hidup.

3. Membangun Figur Maskulin dalam Diri

Kehadiran orang tua laki-laki mampu membangun rasa percaya diri, keberanian dan lain sebagainya.

Bagi anak yang tidak mendapatkan hal tersebut bisa menumbuhkan sifat maskulin dalam diri.

Caranya yaitu mulai membangun kebiasaan hidup sehat, menetapkan batasan, serta melindungi diri dari berbagai hal yang menyakitkan.

Pada akhirnya, fatherless bukan hanya tentang sosok ayah yang tidak ada di samping anak, tetapi juga tentang rasa kehilangan kasih sayang dan perhatian.

Meski begitu, tumbuh tanpa kehadiran ayah bukan berarti seseorang harus selamanya hidup dengan luka.