Arasvara.ID - Sudah kirim puluhan CV lewat LinkedIn, tapi belum juga dapat panggilan? Bisa jadi masalahnya bukan cuma CV Anda. Problemnya mungkin kalian cuma fokus sama cari lowongan, bukan cari orang yang lagi buka peluang tersebut.
Inilah disebut hidden job market, peluang kerja yang bisa ditemukan lewat jaringan profesional, referral, recruiter, hiring manager, atau percakapan sebelum lowongan ramai dilamar.
Linkedln bahkan kembali membahas strategi ini pada Juni 2026. Menurut LinkedIn, dikutip Jumat, 4 September 2026, hidden job market mencakup posisi yang tidak diiklankan terbuka dan bisa diisi lewat referral atau perekrutan internal. Yuk kita bahas!
Apa Itu Lowongan Kerja Tersembunyi?
Lowongan kerja tersembunyi bukan berarti ada daftar rahasia yang hanya bisa diakses orang tertentu. Sederhananya, posisinya ada, tapi informasinya belum tersebar luas atau proses pencariannya lebih banyak melalui jaringan.
Misalnya, ada sebuah perusahaan lagi butuh seorang content writer. Sebelum mereka pasang iklan lowongan, hiring manager bisa saja bertanya ke timnya lebih dulu. “Ada kenalan yang cocok buat posisi ini gak?” Kalau ada kandidat yang dapat rekomendasi dan memenuhi semua kualifikasi, perusahaan tersebut pasti tak mau repot-repot buat cari ratusan pelamar lain di luar sana.
LinkedIn juga mencatat, bahwa referral, jaringan profesional, dan recruiter sebenarnya merupakan jalur penting buat akses peluang semacam ini. Misalnya, ada dua orang dengan kemampuan yang mirip, tapi kok bisa mendapatkan hasil berbeda. Kandidat pertama cuma kirim CV. Kandidat kedua kirim CV sekaligus sudah dikenal oleh seseorang di perusahaan tersebut.
Referral tentu memang tak menjamin seseorang untuk diterima. Tetapi, hubungan profesional dapat bikin profil kandidat lebih mudah untuk diperhatikan.
Cara Ampuh Cari Lowongan Kerja Tersembunyi di LinkedIn
1. Jangan hanya mencari di menu Jobs
Ini kesalahan yang cukup umum. Buka pencarian LinkedIn, lalu coba kata kunci seperti:
we are hiring
hiring
looking for
open position
join our team
fresh graduate
management trainee
internship
Kemudian ubah hasil pencarian menjadi Posts, bukan hanya Jobs.
LinkedIn secara resmi menyediakan pencarian untuk postingan pekerjaan. Pengguna bisa memilih posts, lalu menggunakan filter konten buat menemukan job posts.
Contoh, misalnya Anda lagi cari “marketing intern Jakarta”. Jangan cuma lihat lowongan yang muncul di Jobs. Coba cari juga postingan recruiter yang menulis kalau tim mereka lagi mencari intern. Cara yang sama juga bisa diterapkan jika Anda sedang mencari pekerjaan remote.
Untuk mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum masuk ke pola kerja tersebut, Anda bisa membaca panduan cara kerja remote untuk pemula.
Cara ini sebenarnya ngebuka peluang yang cukup besar, ketimbang kalau Anda cuma menggunakan pencarian lowongan biasa.
LinkedIn juga bisa digunakan buat mencari posisi entry level. Bagi Anda yang baru lulus dan belum punya banyak pengalaman, coba pahami pekerjaan yang cocok untuk fresh graduate tanpa pengalaman. Ini penting untuk mempersempit posisi yang kalian cari.
2. Gunakan filter Under 10 applicants
Kalau tujuan Anda mencari lowongan dengan jumlah pelamar lebih sedikit, coba juga manfaatkan filter under 10 applicants.
LinkedIn menyediakan filter ini bersama beberapa filter lain, seperti lokasi, perusahaan, tingkat pengalaman, jenis pekerjaan, tanggal posting, dan In your network.
Untuk fresh graduate, misalnya, Anda bisa menggabungkan, entry level - lokasi yang diinginkan - under 10 applicants - most recent. Kenapa harus cepat? Karena lowongan yang baru dibuka belum tentu sudah dipenuhi ratusan pelamar.
Gambaran sederhananya, melamar saat sebuah posisi baru memiliki beberapa pelamar, belum tentu juga pasti diterima. Tapi secara strategi, Anda setidaknya menghindari kondisi ketika profil Anda masuk bersama ratusan CV lain.
3. Cari recruiter dan hiring manager
Setelah menemukan perusahaan yang Anda incar, jangan cuma berhenti di halaman lowongan. Cari orang yang kerja di perusahaan tersebut dengan jabatan:
Recruiter
Talent Acquisition
HR
Hiring Manager
HR Business Partner
Lihat postingan mereka. LinkedIn sendiri merekomendasikan pencari kerja buat bangun hubungan dengan orang di industri dan melakukan pendekatan langsung secara profesional untuk menemukan peluang yang belum terlihat.
Yang perlu diingat, jangan langsung kirim pesan, “Kak, ada lowongan?” Pendekatan seperti itu sudah terlalu umum. Lebih baik mulai dari konteks. Misalnya, Anda lihat recruiter itu lagi bahas perekrutan di bidang teknologi. Anda bisa kasih komentar yang relevan, ikuti postingannya, terus coba bangun percakapan secara natural.
LinkedIn juga pernah menyoroti pentingnya bangun hubungan sebelum meminta referral, tapi bukan melakukan cold outreach secara massal.
4. Manfaatkan referral
Referral adalah salah satu bagian terpenting dari hidden job market. Tetapi ada perbedaan antara meminta referral dan memaksa orang memberikan referral.
Jika Anda sudah menemukan posisi yang cocok dan memiliki koneksi di perusahaan tersebut, tanyakan apakah mereka bersedia berbagi informasi mengenai posisi itu.
Dalam laporan LinkedIn yang membahas bagaimana pencari kerja dapat pekerjaan, sekitar 38 persen responden yang diwawancarai Hannah Goefft mengatakan mereka mendapat pekerjaan melalui referral atau jaringan, sementara 39 persen melalui lamaran pekerjaan.
Angka tersebut bukan berarti referral selalu lebih efektif daripada melamar. Namun, datanya menunjukkan satu hal penting, lamaran online bukan satu-satunya jalan menuju pekerjaan.
Referral tentu tidak menjamin diterima. Namun, hubungan profesional dapat membuat profil kandidat lebih mudah diperhatikan. Jika akhirnya mendapat panggilan, peluang tersebut tentu perlu dilanjutkan dengan persiapan interview kerja yang baik.
5. Aktifkan Job Alert
Jangan menunggu sampai ingat membuka LinkedIn. Buat Job Alert berdasarkan posisi yang Anda incar.
Misalnya:
Marketing Intern
Content Writer
Management Trainee
Business Development
Customer Service
LinkedIn memungkinkan pengguna membuat peringatan pekerjaan berdasarkan pencarian tertentu dan menerima notifikasi ketika ada lowongan baru.
Tips praktisnya, coba buat beberapa pencarian yang lebih spesifik daripada satu pencarian terlalu luas. Daripada hanya mencari marketing, coba gunakan digital marketing, marketing intern, atau marketing executive.
6. Buat profil yang bisa ditemukan recruiter
Ada sisi lain dari hidden job market, Anda tidak selalu harus menemukan lowongannya. Sebab recruiter bisa menemukan Anda. Pastikan headline, pengalaman, keterampilan, dan bagian About menjelaskan dengan jelas pekerjaan yang Anda incar.
Jika sedang mencari kerja, Anda juga dapat menggunakan fitur Open to Work. LinkedIn menjelaskan kalau informasi mengenai jenis pekerjaan dan lokasi yang Anda inginkan dapat membantu recruiter menemukan kandidat yang sesuai.
Contohnya, fresh graduate yang menulis “Fresh Graduate” saja masih terlalu umum.
Profil akan lebih mudah dipahami jika menunjukkan bidang yang dituju, misalnya marketing, finance, data, sales, atau teknologi - tentu sesuai dengan kemampuan sebenarnya.
Jangan Terjebak Lowongan Kerja Palsu
Tidak semua peluang di LinkedIn otomatis aman. Sebelum melamar, coba periksa:
Apakah perusahaan memiliki halaman resmi?
Apakah recruiter benar-benar bekerja di perusahaan tersebut?
Apakah lowongan tersedia di situs karier resmi?
Apakah email menggunakan domain perusahaan?
Apakah Anda diminta membayar uang?
Jika kandidat diminta mentransfer uang agar diterima bekerja, anggap itu sebagai red flag besar. Untuk posisi yang menarik perhatian Anda, lakukan verifikasi silang melalui website resmi perusahaan atau kanal rekrutmen resminya. Setelah lowongan dipastikan valid, ikuti instruksi pengiriman lamaran dengan teliti, termasuk jika perusahaan meminta Anda melamar kerja lewat email.
Strategi 15 Menit Setiap Hari
Anda sebenarnya tidak perlu menghabiskan berjam-jam di LinkedIn. Coba rutinitas sederhana:
5 menit: cari lowongan baru dengan filter under 10 applicants.
5 menit: cari postingan recruiter dan hiring manager.
5 menit: bangun koneksi atau berinteraksi dengan postingan yang relevan.
Dalam beberapa minggu, strategi ini bikin pencarian kerja berubah dari sekadar menunggu lowongan jadi membangun akses ke peluang. Itulah inti dari cara mencari lowongan kerja tersembunyi di LinkedIn.
Bukan mencari pekerjaan yang benar-benar rahasia, tetapi menemukan peluang lebih awal melalui orang, jaringan, postingan, dan percakapan yang sering luput dari pencarian lowongan biasa. Selamat mencoba!