ARASVARA.ID - Saat ini mencari pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa bukanlah sesuatu hal yang asing. Banyak anak kuliah yang mulai berpikir untuk mengambil side job.

Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari memenuhi kebutuhan hidup, menambah uang jajan, mencari pengalaman, hingga mengasah skill.

Namun, untuk memulai pekerjaan sampingan diperlukan beberapa informasi penting agar tidak bingung dalam menapaki dunia kerja. Simak informasi di bawah ini

Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kerja Sambil Kuliah?

1. Waktu Kerja

Kamu memiliki tugas utama yaitu menyelesaikan pendidikan akademik. Ketika berinisiatif untuk bekerja, carilah pekerjaan yang bisa menyesuaikan dengan durasi perkuliahan.

Dengan begitu, pendidikan kamu tidak akan terganggu dan pekerjaan juga dapat berjalan dengan lancar, sehingga tidak perlu merasa terbebani terhadap kedua hal tersebut.

2. Beban Tugas

Belajar sambil bekerja cenderung cocok untuk mahasiswa semester awal, di mana beban tugas masih belum terlalu berat, sehingga bisa disambi dengan kegiatan lainnya.

Beda lagi jika berada pada semester akhir yang dipenuhi dengan tugas praktikum dan lain sebagainya. Karena dirasa cukup sulit untuk membagi waktu dan beban pada saat itu.

Namun, bukan hal yang tidak mungkin untuk melakukan keduanya, hanya saja perlu manajemen waktu yang baik agar tidak kelimpungan menghadapai masa tersebut.

3. Motivasi Bekerja

Kamu perlu mengetahui alasan mengambil pekerjaan di tengah perkuliahan yang sedang berjalan. Apakah hal tersebut muncul karena faktor kondisi ekonomi atau sekadar mencari pengalaman.

Alhasil, kamu bisa mengetahui skala prioritas maupun motivasi dalam menjalankan dua kegiatan tersebut secara bersamaan.

4. Relevan dengan Jurusan atau Minat Karier

Apabila pekerjaan yang sedang dijalani memiliki relevansi kuat terhadap jurusan atau minat karier kamu, hal tersebut bisa menjadi nilai tambah untuk mengisi CV di masa mendatang.

Apa Saja Pekerjaan yang Cocok untuk Mahasiswa?

Berikut deretan pekerjaan yang cocok untuk anak kuliahan:

1. Content Writer

Deskripsi pekerjaan seorang content writer yaitu menulis konten untuk berbagai kebutuhan klien, mulai dari artikel, blog, deskripsi produk, hingga narasi media sosial.

Pekerjaan ini sangat cocok untuk mahasiswa karena bersifat freelance dan remote. Pasalnya, bidang ini memiliki durasi kerja yang fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah.

Dari pekerjaan ini, kamu juga bisa menambah skill berupa pengetahuai tentang SEO, riset mendalam, copywriting, hingga penulisan dengan susunan yang baik dan benar.

2. Guru Les Privat

Banyak mahasiswa yang mengambil side job sebagai guru les privat, mulai dari mengajar anak-anak hingga remaja. Materi pembelajarannyabpun beragam bisa disesuaikan dengan kemampuan diri sendiri.

Jadwal side job ini bisa sangat fleksibel sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu pengajar dan murid. Dengan mengambil peran ini, kamu bisa melatih kemampuan public speaking, mananemen waktu, serta problem solving.

3. Waiters

Bidang ini juga cukup populer di kalangan anak kuliah, terutama bagi mereka yang bekerja di wilayah perkotaan atau area strategis. Karena tempat tersebut menyediakan beragam restoran maupun kafe yang dikunjungi oleh pelanggan.

Biasanya, sistem kerja pada bidang ini adalah shifting, sehingga bisa menyesuaikan dengan jadwal perkuliahan. Selain itu, proses rekrutmen relatif cepat serta tidak membutuhkan pengalaman.

4. Bisnis Online atau Affiliate

Bagi yang mempunyai modal, membuka bisnis onlie juga menjadi alternatif side job yang tepat. Bahkan, kini bisa menjadi affiliate, tugasnya yaitu memasarkan produk, terkadang tidak harus membeli barang terlebih dahulu sehingga tidak perlu mengeluarkan modal. Cukup menautkan link belanja di platform sosial media.

Tentu saja waktu kerja sangat fleksibel dikelola diri sendiri dan berpotensi memperoleh penghasilan yang cukup besar seiring berkembangnya bisnis.

Dari usaha ini, kamu bisa mempelajari kemampuan marketing, manajemen stok produk, hingga pengelolaan bisnis. Kemampuan tersebut sangat di cari di dunia kerja.

5. Content Creator

Bagi kamu yang berani tampil di media sosial, pekerjaan ini menjadi salah satu alternatif untuk menekuni karier tersebut. Kamu bisa mempelajari algoritma sosial media, editing dasar, serta ritme upload konten dalam bidang ini.

6. Event Organizer (EO) atau Wedding Organizer (WO)

Pada umumnya, tugas yang dikerjakan diantaranya menrencanakan konsep dan rundown, mengelola vendor, mengatur budget dan timeline, koordinasi tim, hingga menangani problem dalam acara.

Keterampilan yang perlu dimiliki yaitu manajemen waktu dan proyek, komunikatif, problem solving dan ketelitian.

Biasanya, jadwal kerja berada di weekend sehingga bisa memanfaatkan Waktu luang dan tidak mengganggu jadwal perkuliahan.

Tips Memulai Kerja Sampingan Bagi Mahasiswa

Melansir dari akun TikTok @sasiandherlife, dia membagikan beberapa tips untuk memulai side job bagi anaka kuliahan, yaitu sebagai berikut:

1. Melamar di Usaha Mikro

Melamar di usaha mikro, seperti kedai, toko, atau bisnis UMKM, dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin mencari pengalaman kerja atau meningkatkan skill.

2. Membuat Portofolio

Portofolio membantu anak kuliah menunjukkan kemampuan yang dimiliki sekaligus meyakinkan keterampilan mereka kepada calon pemberi kerja.

3. Belajar Otodidak

Saat melihat peluang atau menyukai bidang tertentu, sebaiknya pelajari hal tersebut secara mendalam dengan otodidak. Kamu bisa mencari sumber belajar lewat internet.

4. Beranikan Diri untuk Apply Pekerjaan

Jangan ragu untuk melamar pekerjaan di bidang atau tempat yang dituju meski belum memiliki pengalaman. Proses ini membuka kesempatan berkarier di masa mendatang.

Tips Membagi Waktu Kuliah dan Kerja

1. Buat Prioritas Kegiatan dan Batasan Diri

Saat belajar sambil bekerja, hal yang menjadi prioritas utama tetaplah nilai akademik, seperti IPK, tugas, dan ujian. Jangan sampai kegiatan di tempat kerja mengganggu kegiatan akademik lainnya.

Selain itu, kamu perku mengetahui batas kemampuan diri, mulai dari tenaga, pikiran, hingga keterampilan yang dimiliki. Dengan begitu, kamu bisa belajar sekaligus bekerja secara optimal.

2. Buat Jadwal

Terkadang, padatnya kegiatan membuat waktu dalam satu hari terasa tidak cukup untuk melakukan semuanya. Sehingga sering membuat pekerjaan menjadi tergesa-gesa.

Kamu bisa loh menggunakan kalender atau aplikasi untuk mengatur jadwal keseharian. Dengan begitu, kegiatan menjadi lebih tertata dan tidak perlu terburu-buru saat melaksanakannya.

Selain itu, kamu juga bisa mengetahui kegiatan yang perlu diprioritaskan, sehingga semua aktivitas dapat berjalan secara rapih dan teratur.

3. Menjalin Komunikasi dengan Atasan dan Dosen

Ketika melamar pekerjaan, sebaiknya kamu bersikap jujur dan terbuka kepada rekruter mengenai kegiatan perkuliahan. Begitupun sebaliknya, kamu perlu menjalin komunikasi yang baik dengan dosen perihal kebutuhan dan alasan mengambil pekerjaan bersamaan dengan kuliah.

Dengan begitu, kamu dapat bernegosiasi mengenai jadwal, keringanan tugas atau pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan agar kamu mendapatkan jalan tengah pada setiap permasalahan di dalamnya.

4. Sesuaikan Ritme Kerja dengan Perkuliahan

Ketika hendak bekerja sebaiknya cari pekerjaan yang sesuai dengan ritme perkuliahan kamu. Disarankan untuk mencari kerja dengan sistem waktu dan tempat yang fleksibel seperti freelance remote.

Jika bekerja dari kantor juga tidak masalah, asalkan tidak bentrok dengan jadwal perkuliahan yang sedang kamu jalani agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Jaga Kesehatan dan Fisik

Kesehatan mental dan fisik merupakan modal utama untuk menjalani rutinitas kehidupan, baik bekerja maupun kuliah. Jadi, penting untuk menjaga kesehatan diri agar tidak menggangu kinerja kamu.

Setelah mengetahui informasi tentang pekerjaan yang cocok untuk anak kuliahan, kamu bisa memulai aksi nyata guna mendapatkan kerja sambil kuliah. Hal ini bisa membantu menambah income dan pengalaman.