ARASVARA.ID - Memulai perjalanan karier bukanlah suatu hal yang mudah, terutama bagi fresh graduate. Mereka sering kali kebingungan saat cari kerja dan menentukan langkah awal memasuki dunia profesional.

Bahkan, ketika sudah mendapatkan pekerjaan, tidak jarang yang memutuskan untuk segera resign karena tidak sesuai dengan passion yang dimiliki.

Tentu saja, hal tersebut bisa menggoyahkan semangat serta ambisi dalam berkarier, sehingga memutuskan untuk berhenti mengusahakan pekerjaan impiannya.

Namun, kini kamu tidak perlu khawatir akan mengalami kejadian tersebut. Artikel ini memuat berbagai informasi yang dibutuhkan untuk memulai karier. Simak sampai akhir ya sobat!

Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan?

1. Kenali Diri Sendiri Sebelum Melamar

Langkah awal yang diperlukan para pencari kerja yaitu mengenali diri sendiri dengan mengevaluasi keterampilan, minat, dan value yang dimiliki.

Kamu bisa ngobrol sama diri sendiri atau orang di sekitar untuk mengetahui lebih dalam kemampuan dan keinginan yang kamu miliki.

Dengan begitu, kamu dapat menentukan bidang industri yang sesuai dengan keinginan dan tujuan karier kamu.

Sikap tersebut penting dilakukan agar tidak asal memilih pekerjaan, sehingga dapat mendukung perkembangan karier jangka panjang.

Hal ini disampaikan oleh Indra Dwi Prasetyo, pendidik, youth innovation strategist, dan aktivis kepemudaan, saat ditanya tentang cara mengetahui pekerjaan yang cocok untuk diri sendiri, "Pertama dia harus tau identitas dirinya dan kapital apa yang dia punya," ujar Indra dalam akun TikTok @AditKKM pada (28/5/2025).

Kemudian dia melanjutkan "Semua itu kemudian dinegosiasikan, dipikirkan ulang, dinarasikan ulang ke diri kita".

Jadi, buat kamu yang tengah memulai perjalanan mencari kerja, bisa belajar mengenali diri sendiri. Mulai dari sharing dengan teman dan mencoba berbagai keterampilan untuk mengetahui kapasitas diri.

2. Menentukan Pekerjaan yang Ingin Dicari

Berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan sejak awal mencari pekerjaan:

1. Bidang Pekerjaan

Bagi kamu yang suka berinteraksi dengan banyak orang, bisa memilih bidang

yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan kerja sama, seperti seperti industri media, pemasaran, perhotelan, pendidikan, hingga layanan pelanggan.

Sementara itu, bagi seseorang yang menyukai pekerjaan individu dapat memilih bidang berbasis proyek mandiri, seperti penulisan, analisis data, pemograman, dan lain sebagainya.

2. Mengenali Posisi Lowongan Pekerjaan sesuai Kemampuan

Kamu bisa memeriksa posisi dan deskripsi pekerjaan pada lowongan yang dilamar untuk menyesuaikan kemampuan, pengalaman dan kualifikasi yang kamu miliki.

Dengan begitu, kamu dapat menjadi kandidat ungul dan dipilih perusahaan untuk bekerja sama dengan mereka.

3. Mempertimbangkan Lokasi

Selain posisi yang dilamar, perlu mempertimbangkan lokasi pekerjaan. Karena hal tersebut menentukan kegiatan sehari-hari yang akan dijalani.

Apabila jarak pekerjaan dengan tempat tinggal cukup jauh, kamu akan membutuhkan biaya hidup selama dirantau atau biaya perjalanan pulang dan pergi.

Jika dirasa mampu dan tidak mempermasalahkan keadaan tersebut, kamu bisa melanjutkan prosedur perekrutan. Selain itu terdapat jenis kerja berdasarkan lokasi, yaitu sebagai berikut:

1. Work From Office (WFO)

Pekerjaan dilakukan secara penuh di kantor.

2. Work From Home (WFH)

Pekerjaan dilakukan secara remote sehingga bisa dikerjakan dari rumah atau manapun.

3. Hybrid

Hybrid merupakan kombinasi antara WFO dan WFH sesuai dengan ketentuan perusahaan.

4. Mempertimbangkan Sistem Kerja

1. Karyawan Tetap

Karyawan Tetap merupakan hubungan kerja jangka Panjang tanpa batas waktu, biasanya dilengkapi dengan hak pekerja seperti pesangon, BPJS, dan Jenjang karier jelas.

2. Kontrak

Sistem kerja dengan jangka waktu tertentu dan bisa diperpanjang sesuai evaluasi hasil pekerjaan.

3. Freelance

Freelance atau kerja lepas merupakan sistem kerja secara mandiri berbasis proyek. Biasanya, upah yang diberikan tergantung tugas yang telah dikerjakan.

4. Magang

Magang atau internship biasanya disediakan untuk mahasiswa atau fresh graduate. Jangka waktu cenderung pendek, karena digunakan sebagai tempat untuk belajar dan pengalaman.

5. Part-Time

Jam kerja lebih sedikit dibanding pekerja biasanya. Umumnya, setiap pekerja memiliki durasi sekitar delapan jam perhari selama satu minggu. Sementara part-time, tidak bekerja satu minggu penuh.

6. Outsourcing

Outsourcing merupakan perekrutan karyawan melalui perusahaan pihak ketiga untuk ditempatkan di perusahaan lain.

5. Pertimbangkan Jam Kerja

1. Shift

Sistem shift merupakan jam kerja bergilir disesuaikan dengan jadwal tempat kamu bekerja. Mulai dari pagi, siang atau bahkan malam.

2. Fleksibel

Karyawan bebas menentukan jam mulai atau selesai kerja selama target tercapai.

6. Pertimbangkan Gaji

Kamu juga perlu mempertimbangkan gaji yang ditawarkan. Apakah sesuai dengan jobdesk yang diberikan atau tidak.

Selain itu, pertimbangkan gaji dengan kemampuan yang dapat diberikan kepada pihak perusahaan agar tidak ada ketimpangan di dalamnya.

3. Mempersiapkan Dokumen Lamaran Kerja

Setelah mengetahui kemampuan dan minat diri sendiri, kamu bisa mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan saat melamar pekerjaan. Diantaranya sebagai berikut:

1. CV (Curriculum Vitae)

Mengutip dari buku berjudul "15 Menit Membuat Surat Lamaran Kerja yang Efektif", Curriculum Vitae atau biasa disingkat CV adalah ringkasan pendidikan dan aktivitas professional seseorang.

Dari dokumen tersebut, pihak perekrut bisa memiliki gambaran mengenai sosok pelamar, mulai dari minat, keterampilan, track record dan lain sebagainya.

Hal ini dilakukan untuk menilai kesesuaian latar belakang dengan posisi yang sedang dibutuhkan oleh pihak perusahaan.

Kini, model CV ada dua macam, yaitu CV ATS dan CV kreatif. CV ATS merupakan dokumen yang dirancang agar mudah dibaca oleh sistem ATS, perangkat yang digunakan perusahaan untuk menyaring lamaran pekerjaan secara otomatis.

Sementara itu, CV Kreatif mengutamakan desain sebagai nilai dan daya Tarik utama. Biasanya dibuat untuk menampilkan kemampuan kreativitas calon kandidat.

2. Surat Lamaran Kerja

Mengutip dari Warahan, jurnal ilmiah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, surat lamaran kerja merupakan surat yang dibuat seseorang berisi permohonan untuk bekerja di suatu lembaga atau perusahaan.

Pada umumnya, surat ini berisi idenstitas diri, jasa yang ditawarkan, pendidikan, hingga keterangan keahlian, dan pengalaman.

Tujuan adanya dokumen tersebut yaitu sebagai media memperkenalkan diri kepada pihak perusahaan sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan awal HRD/rekruter.

Surat lamaran kerja termasuk dokumen yang bersifat pribadi dan formal. Dengan begitu, penulis perlu memperhatikan etika penulisan serta bahasa yang digunakan.

3. Portofolio

Portofolio merupakan kumpulan hasil karya, tugas, dan proyek sebagai bukti kemampuan dan pengalaman seseorang terhadap suatu bidang pekerjaan.

Dokumen tersebut disusun secara nyata dan jelas untuk menunjukkan kualitas hasil pekerjaan yang pernah dilakukan.

Namun, tidak semua perusahaan membutuhkan portofolio. Hanya saja, perlu mempersiapkannya untuk menunjang dokumen lamaran pekerjaan lainnya.

4. Sertifikasi

Seseorang perlu mengikuti pelatihan atau uji kompetensi di bidang tertentu untuk memperoleh sertifikasi, baik secara online maupun offline.

Pada umumnya, sertifikasi yang mempunyai nilai lebih di mata perusahaan yaitu sertifikasi profesi yang diawasi oleh BNSP Indonesia dan sertifikasi keahlian teknis, serta berbasis proyek.

Bagaimana Cara Mencari Lowongan Pekerjaan?

1. Cara Mencari Kerja Online

Di era digital ini, mencari lowongan pekerjaan bukanlah suatu hal yang sulit. Tersedia berbagai platfrom cari kerja yang bisa kamu gunakan, yaitu:

1. LinkedIn

LinkedIn merupakan aplikasi jejaring profesional terbesar di dunia. Fungsi platform ini bukan sekedar untuk mencari kerja saja, melainkan untuk membangun personal branding dan networking profesional lainnya.

Pasalnya, pada aplikasi tersebut terdapat rekruter yang mencari kandidat melalui profil LinkedIn.

Selain itu, berbagai perusahaan besar dan ternama juga membagikan lowongan pada platform tersebut, baik nasional maupun internasional.

2. Jobstreet

Jobstreet merupakan salah satu situs lowongan kerja yang populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pada laman ini, pengguna hanya bisa mencari pekerjaan formal saja, seperti full time, kontrak, maupun magang. Tersedia untuk berbagai posisi, mulai dari fresh graduate hingga senior.

3. Glints

Rata-rata pengguna Glints adalah anak muda, karena di dalamnya menawarkan banyak perusahaan startup maupun agency di bidang marketing.

Selain itu, tersedia fitur pelatihan atau upskilling, yaitu Glints Academy, yang digunakan perusahaan untuk merekrut kandidat bagian teknologi, kreatif dan lain sebagainya.

4. Indeed

Indeed merupakan situs lowongan kerja global serta menjadi wadah portal job dari berbagai sumber. Cakupannya sangat luas berskala internasional, cocok untuk yang tertarik bekerja di perusahaan luar negeri.

5. Kitalulus

Portal ini fokus pada segmentasi pekerja non-sarjana di Indonesia, seperti staf toko, admin, kasir, hingga buruh pabrik.

Cocok untuk pemula yang baru terjun di dunia kerja dan belum mengetahui kemampuan yang dimiliki secara spesifik.

6. Upwork

Portal ini menjadi wadah lowongan kerja lepas/freelance terbesar secara global. Berbeda dengan platfrom lainnya yang menawarkan layanan kerja, situs ini menjadi tempat bagi pekerja untuk menawarkan keahlian yang dimiliki agar dilirik oleh perusahaan.

Sistem kerjanya juga cenderung berbasis proyek, sanagat relevan bagi yang ingin bekerja secara mandiri.

Kamu bisa mengunduh seluruh aplikasi tersebut di smartphone, serta mencari informasi lainnya hanya dengan menggulir layar ponsel.

Selain itu, kamu juga bisa menjelajahi situs resmi perusahaan atau industri yang dituju melalui internet. Biasanya, mereka memberikan informasi lowongan kerja pada laman tersebut.

2. Cara Mencari Kerja Offline

Selain mencari kerja secara online, kamu juga masih bisa mencari pekerjaan lewat offline yaitu sebagai berikut:

1. Datang ke Perusahaan (Walk-in Application)

Kamu bisa mengunjungi perusahaan, kantor, atau toko yang sedang membutuhkan karyawan dengan membawa sejumlah dokumen cetak yang diperlukan.

Tanyakan langsung kepada resepsionis atau HRD terkait lowongan pekerjaan.

2. Job Fair

Kamu bisa mendatangi berbagai jobfair yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah, perusahaan dan lain sebagainya.

3. Datang ke Dinas Tenaga Kerja

Dinas Tenaga Kerja setempat mempunyai informasi dari berbagai macam perusahaan yang bermitra dan pelatihan kerja gratis.

4. Komunitas

Berkumpul dengan komunitas sesuai bidang kerja bisa menjadi sarana memperluas koneksi untuk mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan.

5. Jaringan Pertemanan dan Keluarga

Beri tahu orang sekitar bahwa kamu sedang mencari pekerjaan. Banyak lowongan yang tidak dipublikasikan secara umum, hanya melalui rekomendasi internal.

Apa Saja Ciri-Ciri Lowongan Kerja Penipuan?

1. Meminta Pembayaran di Awal

Lowongan pekerjaan yang asli tidak pernah meminta biaya apa pun dari kandidat. Jika kamu diminta membayar biaya pendaftaran, pelatihan, administrasi, atau keperluan lainnya, sebaiknya jangan memberikan uang kepada pihak tersebut karena bisa menjadi indikasi penipuan.

2. Proses Rekrutmen Terlalu Cepat dan Mudah

Biasanya, ketika melamar kerja terdapat berbagai proses rekrutmen secara bertahap. Apabila kamu diterima kerja tanpa proses atau tes apapun, hal itu bisa menjadi sinyal tanda bahaya.

3. Informasi Kontak Tidak Jelas

Setiap perusahaan mempunyai informasi kontak yang jelas, jika tidak ditemukan kontak yang jelas pada perusahaan tempat kamu melamar, perlu dipertanyakan lebih lanjut.

4. Deskripsi Pekerjaan Kabur

Tidak dijelaskan secara spesifik jobdesk yang akan dikerjakan serta tanggung jawabnya terhadap pekerjaan tersebut.

5. Meminta Data Pribadi

Data pribadi memang dibutuhkan dalam proses rekrutmen. Namun, kamu perlu berhati-hati jika perusahaan meminta informasi yang bersifat sangat pribadi, seperti PIN ATM, kata sandi, atau meminta dokumen asli seperti ijazah untuk ditahan. Permintaan tersebut patut dicurigai karena data dan dokumen pribadi dapat disalahgunakan.

6. Tidak Ada Jejak Digital yang Jelas

Setiap perusahaan umumnya memiliki jejak digital yang dapat digunakan untuk mencari informasi terkait perusahaan tersebut.

Apabila sebuah perusahaan tidak memiliki rekam jejak yang jelas atau sulit ditemukan informasinya, kamu perlu waspada dan melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum melamar pekerjaan.

7. Gaji Tidak Masuk Akal

Menawarkan gaji sangat tinggi untuk pekerjaan yang sederhana atau tidak membutuhkan keahlian khusus.

Setelah mengetahui berbagai infomasi di atas, kamu bisa lebih siap cari kerja sesuai dengan kemmapuan diri sendiri, kredibilitas perusahaan, dan lain sebagainya.

FAQ

- Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan secara cepat?

Persiapkan diri, optimalkan dokumen yang diperlukan, serta mengetahui berbagai informasi terkait pekerjaan secara matang.

- Apa saja dokumen yang dipersiapkan untuk melamar pekerjaan?

CV, surat lamaran kerja, portofolio (opsional), dan sertifikat (opsional).

- Bagaimana cara mencari kerja secara online?

Melamar kerja melalui platform pencari kerja seperti LinkedIn, Jobstreet, Glints, Indeed, Kitalulus, Upwork, dan lain sebagainya.

-Apa saja ciri-ciri lowongan kerja penipuan?

Meminta pembayaran, proses rekrutmen terlalu cepat dan mudah, informasi kontak tidak jelas, deskripsi pekerjaan kurang jelas, meminta data pribadi, tidak ada jejak digital yang jelas, dan tawaran gaji tidak masuk akal.