ARASVARA.ID - Mengenal Desa Adat Sade yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebuah kampung tradisional Suku Sasak yang terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara karena komitmen kuat menjaga kultur budaya, aristektur dan adat istiadat warisan leluhur mereka selama belasan generasi.

Mengutip Youtube Pesona Indonesia, Desa Adat Sade memiliki arsitektur rumah adat dan unsur budaya yang unik dimiliki Indonesia.

Baca Juga: Gerhana Bulan Bakal Hiasi Langit pada Akhir Agustus 2026, Apakah Terlihat di Indonesia?

Masyarakat Desa Adat Sade memegang teguh filosofi hidup sederhana yang selaras dengan alam. Arsitektur rumah tradisional beberapa jenis yakni Bale Tani (rumah tinggal) dan Bale Bonter (tempat bermusyawarah).

Fondasi bangunan tampak dari kerangka kayu, dinding anyaman bambu (Bedek) dan atap dari jlinan alang-alang atau jerami.

Masyarakat Desa Adat Sade memiliki tradisi mengepel dengan kotoran sapi pada lantai rumah dengan campuran dari tanah liat dan jerami secara berkala dibersihkan menggunakan kotoran sapi atau kerbuat yang masih segar.

Baca Juga: Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 139: Misi Sena Belum Selesai

Tradisi ini dipercaya dapat mencegah keretakan lantai mengusir serangga sekaligus ritual dipercaya menolak bala.

Para gadis-gadis remaja adat sade wajib memiliki kemampuan menenun. Bahkan, terdapat aturan adat bahwa gadis yang belum diperbolehkan menikah jika ia belum mahir menenun kain khas Sasak.

Uniknya sistem pernikahan adat di desa ini masih mempertahankan tradisi melarikan gadis atas dasar suka sama suka alias tradisi kawin lari sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab sebelum prosesi pernikahan resmi secara adat dilangsungkan.