Arasvara.ID - Istilah motherless mungkin sering muncul dalam percakapan media sosial , atau tulisan berbahasa Inggris. Secara sederhana, motherless berarti “tanpa ibu” atau “tidak memiliki ibu”. Namun, maknanya bisa menjadi lebih kompleks ketika istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pengalaman seseorang yang kehilangan ibu.
Dalam kajian tentang kehilangan dan duka, kehidupan tanpa ibu dapat berkaitan dengan pengalaman emosional, perubahan dalam hubungan sosial, serta proses penyesuaian diri yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, motherless tidak tepat dipahami sebagai label yang otomatis menggambarkan kondisi psikologis seseorang.
Motherless artinya apa?
Motherless secara bahasa berarti tanpa ibu atau tidak memiliki ibu.
Dalam konteks kehilangan, istilah tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menjalani kehidupan tanpa ibu, termasuk ketika ibu telah meninggal dunia. Namun, konteks penggunaan tetap penting karena seseorang bisa berada dalam kondisi tanpa kehadiran ibu karena berbagai keadaan.
Dengan demikian, arti motherless tidak selalu dapat disederhanakan menjadi satu kondisi yang sama bagi semua orang.
Dalam literatur akademik mengenai kehilangan ibu, istilah motherless juga muncul dalam konteks yang lebih spesifik. Salah satunya adalah istilah motherless mothers, yaitu perempuan yang kehilangan ibu sebelum mereka sendiri menjadi ibu.
Penelitian Rowe dan Harman dalam Journal of Family Studies terhadap 10 perempuan menemukan beberapa tema dalam pengalaman tersebut, termasuk duka, kebutuhan akan dukungan, kehilangan sumber pengetahuan atau panduan dari ibu, serta perubahan dalam cara mereka melihat diri sendiri.
Artinya, ketika motherless digunakan dalam konteks kehilangan, istilah tersebut dapat menggambarkan pengalaman hidup yang lebih luas daripada sekadar ketiadaan seorang ibu.
Apa bedanya motherless dan motherless mother?
Keduanya memiliki hubungan, tetapi penggunaannya berbeda.
Motherless merupakan istilah umum untuk menggambarkan kondisi seseorang yang hidup tanpa ibu.
Sementara itu, motherless mother digunakan dalam konteks yang lebih spesifik, yakni seorang perempuan yang telah menjadi ibu tetapi sebelumnya kehilangan ibunya sendiri.
Kondisi tersebut dapat menghadirkan pengalaman yang unik. Seorang ibu mungkin harus menjalankan peran sebagai orang tua sambil menghadapi kenyataan bahwa ia tidak lagi dapat memperoleh pengalaman, nasihat, atau dukungan dari ibunya sendiri.
Penelitian Rowe dan Harman menunjukkan bahwa kehilangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan rasa berduka, tetapi juga dengan perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan cara seseorang menjalankan perannya sebagai ibu.
Studi yang diterbitkan pada 2026 tentang motherless mothering among Black women in the United States juga menunjukkan bahwa pengalaman kehilangan ibu sebelum menjadi ibu dapat berkaitan dengan persoalan dukungan, duka yang terasa terperangkap, dan pengalaman ditinggalkan. Penelitian tersebut mengembangkan kerangka Parent-Parental Loss untuk membantu memahami pengalaman kehilangan orang tua dalam konteks tersebut.
Mengapa kehilangan ibu dapat terasa panjang?
Kehilangan ibu bukan hanya berarti kehilangan seseorang yang memiliki hubungan keluarga. Bagi sebagian orang, ibu juga merupakan sumber dukungan, tempat berbagi pengalaman, serta salah satu figur penting dalam perjalanan perkembangan mereka.
Karena itu, ketika seorang ibu meninggal, yang hilang dapat mencakup lebih dari kehadiran fisik.
Penelitian mengenai perempuan yang kehilangan ibu pada masa remaja menunjukkan bahwa pengalaman tersebut dapat berhubungan dengan proses berduka yang berlangsung lama, perkembangan diri, persoalan kesehatan mental, serta rasa tidak aman dalam hubungan.
Namun, temuan penelitian tidak berarti setiap orang yang kehilangan ibu pasti mengalami seluruh dampak tersebut.
Pengalaman berduka sangat individual. Usia ketika kehilangan terjadi, hubungan dengan ibu, dukungan keluarga, kondisi sosial, dan pengalaman hidup lainnya dapat membentuk cara seseorang beradaptasi.
Apa yang mungkin dirasakan seseorang yang mengalami motherless?
Tidak ada satu respons yang berlaku untuk semua orang.
Sebagian orang dapat mengalami kesedihan yang kuat. Orang lain mungkin lebih merasakan kehilangan ketika menghadapi peristiwa tertentu, misalnya ulang tahun, pernikahan, kelahiran anak, atau ketika membutuhkan nasihat dari ibu.
Dalam penelitian tentang kehilangan ibu, sejumlah pengalaman yang muncul antara lain proses berduka, perubahan dalam diri, kebutuhan terhadap dukungan, serta perubahan dalam hubungan dengan orang lain.
Ada pula orang yang menemukan dukungan melalui hubungan dengan perempuan lain yang memiliki pengalaman kehilangan serupa.
Karena itu, penting untuk tidak menggunakan istilah motherless sebagai diagnosis psikologis. Istilah tersebut menggambarkan keadaan atau pengalaman, bukan penilaian mengenai kondisi mental seseorang.
Apakah motherless selalu berarti ibu meninggal?
Tidak selalu.
Secara bahasa, motherless berarti tanpa ibu. Penyebab seseorang hidup tanpa kehadiran ibu dapat berbeda-beda.
Dalam literatur akademik yang menjadi rujukan artikel ini, pembahasannya banyak berfokus pada kehilangan ibu karena kematian atau maternal loss. Karena itu, ketika membahas dampak psikologis dan sosial berdasarkan penelitian tersebut, konteks kematian ibu perlu disebutkan secara jelas.
Hal ini penting agar makna istilah motherless tidak diperluas secara sembarangan.
Seseorang dapat tidak tinggal bersama ibunya, terpisah karena keadaan keluarga, atau kehilangan ibu karena kematian. Ketiga situasi tersebut tidak otomatis menghasilkan pengalaman emosional yang sama.
Apa yang dapat membantu seseorang menghadapi kehilangan ibu?
Penelitian tentang penyesuaian setelah kematian ibu menunjukkan pentingnya dukungan sosial dalam proses berduka.
Scoping review mengenai penyesuaian anak perempuan setelah kematian ibu juga menunjukkan bahwa dukungan sosial serta kesempatan untuk membicarakan ibu, kematian, dan pengalaman berduka dapat membantu proses mourning dan penyesuaian diri.
Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk dukungan dapat berbeda bagi setiap orang. Ada yang membutuhkan teman untuk mendengarkan, ada yang lebih nyaman berbicara dengan keluarga, sementara sebagian lainnya mungkin membutuhkan bantuan profesional ketika kesulitan menghadapi kehidupannya setelah kehilangan.
Yang terpenting, proses berduka tidak perlu dipaksakan mengikuti batas waktu tertentu.
Motherless bukan sekadar kehilangan sosok ibu
Dari berbagai penelitian tersebut, terlihat bahwa makna motherless dalam konteks kehilangan dapat mencakup pengalaman yang lebih luas daripada sekadar “tidak punya ibu”.
Kehilangan ibu dapat memengaruhi cara seseorang menjalani peran, membangun hubungan, memahami dirinya sendiri, dan menghadapi berbagai tahap kehidupan. Namun, dampaknya tidak bersifat seragam dan tidak dapat digunakan untuk menentukan kondisi psikologis seseorang hanya berdasarkan status kehilangan tersebut.
Dengan demikian, motherless artinya secara sederhana adalah tanpa ibu atau tidak memiliki ibu. Dalam konteks kajian kehilangan, istilah ini dapat merujuk pada pengalaman hidup setelah kehilangan ibu, khususnya karena kematian.
Pemahaman tersebut penting karena satu kata dapat memiliki konteks yang berbeda. Motherless bukan diagnosis dan bukan pula ukuran seberapa baik atau buruk seseorang menjalani hidup setelah kehilangan ibu. Ia lebih tepat dipahami sebagai istilah yang menggambarkan sebuah keadaan atau pengalaman, sementara makna emosionalnya sangat bergantung pada perjalanan setiap individu.
Referensi
1. Rowe, B., & Harman, B. A. (2014). Motherless mothers: Maternally bereaved women in their everyday roles as mothers. Journal of Family Studies, 20(1), 28–38.
2. Nwachuku, dkk. (2026). Motherless Mothering Among Black Women in the United States. Journal of Loss and Trauma.
3. Bowring, dkk. (2025). Biopsychosocial impacts of mother loss on daughters in Australia: Cross-sectional study. Death Studies.
4. Women’s experiences of adolescent maternal loss: Grief, attachment and adolescent development. (2024). Mortality, 29(1).
5. Bowring, dkk. (2024). Daughter Adjustment to Life Following the Death of Their Mother: Scoping Review. Journal of Loss and Trauma.