ARASVARA.ID - Belakangan ini, tren running tengah ramai diminati oleh berbagai kalangan di Indonesia, terutama Gen Z. Banyak event yang dilaksanakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap olahraga ini.
Bagi Gen Z, lari bukan sekadar aktivitas yang menyehatkan, melainkan ajang pengembangan diri, sosialisasi, hingga bahan konten media sosial.
Tak hanya itu, running juga kerap dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk healing dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Apa Itu Running?
Running merupakan salah satu cabang olahraga yang mengandalkan aktivitas gerak dengan kecepatan tinggi pada kaki. Olahraga ini dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga dewasa.
Aktivitas ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia, diantaranya mampu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, membakar kalori dan mengurangi stres.
Apa Manfaat Running Bagi Tubuh?
Running memiliki banyak manfaat, diantaranya membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, sehingga mampu meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh,
Selain itu, saat berlari, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk menggerakkan otot-otot besar. Energi tersebut diperoleh dari proses pembakaran kalori, sehingga running dapat membantu mengontrol berat badan.
Di sisi lain, aktivitas ini dapat melepaskan hormon endorfin dan serotonin yang membantu meningkatkan suasana hati sehingga membantu mengurangi tingkat stres pada tubuh.
Apakah Running Bisa Membakar Kalori?
Secara ilmiah, running dapat membakar kalori dalam jumlah yang signifikan. Bedasarkan perhitungan MET (Metabolic Equivalent of Task), satuan untuk mengukur energi yang dikeluarkan oleh tubuh, rata-rata tubuh manusia membakar sekitar satu kalori per kilometer.
Semakin jauh jarak yang ditempuh, maka semakin banyak kalori yang terbakar karena intensitas otot dan energi menjadi lebih tinggi.
Inilah yang menjadikan lari sebagai salah satu opsi olahraga yang efisien untuk membakar kalori, sehingga cocok untuk orang yang hendak mengontrol berat badan.
Namun, pembakaran kalori perlu diimbangi dengan pola makan yang sehat dan seimbang agar asupan nutrisi pada tubuh tetap tercukupi.
Lalu, Benarkah Running Dapat Membakar Kenangan Bersama Mantan?
Tidak ada catatan ilmiah yang menyatakan kegiatan lari dengan kecepatan tinggi dapat menghapus kenangan dalam pikiran seseorang.
Namun, olahraga ini menjadi salah satu alternatif yang mampu mengalihkan pikiran dari persoalan hidup, termasuk rasa sedih setelah putus cinta.
Selain itu, running dapat membantu meningkatkan suasana hati karena mampu merangsang pelepasan hormon endorfin dalam tubuh.
Keuntungan lainnya, dapat bersosialisasi untuk memperluas relasi melalui komunitas lari dan menambah pengalaman dengan mengikuti berbagai event kegiatan tersebut.
Tips Running untuk Pemula
Bagi pembaca yang ingin membangun kebiasaan lari secara rutin dapat memulainya dengan beberapa tips berikut.
1. Mulai dengan Run-Walk
Bagi pemula, sebaiknya mengkombinasikan antar lari berdurasi sekitar satu menit dengan jalan selama dua menit, kemudian diulang selam 20 sampai 30 menit.
Sistem ini digunakan agar tubuh dapat beradaptasi dengan gerakan yang membutuhkan energi lebih besar. Selain itu, untuk mengurangi risiko cedera dan kelelahan.
2. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan
Melakukan pemanasan dengan durasi sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum memulai aktivitas lari berfungsi untuk mempersiapkan tubuh, sehingga dapat bergerak elastis dan lentur.
Gerakan pemanasan yang dapat dilakukan yaitu mengayunkan kaki ke arah depan dan belakang secara bergantian serta peregangan lainnya.
Sementara itu, pendinginan berguna untuk mengembalikan kondisi tubuh menjadi normal secara bertahap setelah melakukan aktivitas lari.
3. Atur Napas Agar Tetap Stabil
Mengatur napas dengan ritme yang teratur membantu menjaga kestabilan suplai oksigen dan energi pada tubuh.
4. Jaga Hidrasi dan Nutrisi
Cukupi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi dengan minum air putih serta mengonsumsi makanan bergizi agar tetap ternutrisi.
5. Perhatikan Postur dan Teknik Lari
Saat berlari hendaknya tubuh dalam posisi tegak, pandangan ke depan, bahu rileks serta langkah kaki tidak terlalu lebar. Teknik yang benar membuat lari lebih efisien dan mengurangi risiko cedera.
Aktivitas running memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, dapat menjadi alternatif olahraga yang dapat dilakukan secara rutin. Namun, kegiatan ini tidak dapat menghapus kenangan, hanya mampu mengalihkan pikiran dari perasaan sedih.