ARASVARA.ID - Shalat tahajjud merupakan sholat sunah yang dilaksanakan setelah sholat isya dan setelah bangun tidur. Pada umumnya, umat islam melakukan sholat tahajjud di sepertiga malam.
Suasana malam yang tenang dan senyap menjadi momen tepat untuk menjalin komunikasi spiritual dengan Allah Swt. Selain itu, pelaksanaan shalat tahajjud termasuk dalam waktu yang mustajab, waktu dikabulkannya seluruh doa oleh Allah SWT.
Artikel ini membahas berbagai keutamaan shalat tahajjud lengkap beserta tata cara dan doanya. Bagi yang ingin mengetahui dapat mengikuti artikel ini sampai akhir.
Keutamaan Shalat Tahajjud
Berdasarkan buku "Bagaimanakah anda menunaikan shalat dengan benar?" karya DR. Segaf Hasan Baharun, M.H.I terdapat beberapa keutamaan bagi umat islam yang konsisten melaksanakan shalat tahajjud, diantaranya yaitu:
1. Termasuk Sifat Hamba Allah SWT
Orang yang istiqomah melaksanakan shalat tahajjud termasuk sifat hamba yang dicintai oleh Allah SWT. Sebab, mereka bersedia meluangkan waktu istirahatnya untuk beribadah kepada Allah SWT di kala hamba yang lainnya tertidur pulas. Allah SWT akan mengabulkan seluruh permintaan kekasihnya selama perkara tersebut berdampak baik dalam kehidupannya.
Pernyataan tersebut tertera dalam Al-Qur'an surah Al-Furqon ayat 63 dan 64, berikut nash nya:
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
"Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.”. Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.".
2. Menjadi Pembeda Antara Orang Berilmu dan Tidak Berilmu
Salah satu sifat yang membedakan antara orang berilmu dan tidak berilmu ialah bangun di tengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud. Karena, orang yang berilmu mengetahui bahwa terdapat banyak keistimewaan pada waktu sepertiga malam, sehingga mereka rela berkorban untuk mendapatkannya.
Sementara orang yang tidak berilmu, mereka tidak mengetahui keistimewaan sholat tahajjud sehingga merasa berat untuk menunaikannya.
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.
3. Menghapus Dosa dan Mencegah Penyakit
Terdapat hadits yang menyatakan bahwa shalat tahajjud merupakan kebiasaan orang-orang saleh yang dapat mendekatkan hubungan hamba dengan Allah SWT. Selain itu, sholat tahajjud dapat menghapuskan dosa dan mencegah penyakit.
قال رسول الله ﷺ:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَمَقْرَبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ
(رواه الترمذي)
Yang artinya: hendaknya kalian laksanakan sholat malam karena hal itu adalah kebiasaan dari para orang saleh sebelum kalian dan menjadi sebab kedekatan kalian kepada tuhan kalian serta meleburkan dosa-dosa kalian dan mencegah terjadinya penyakit di badan kalian. (HR. Thurmudzi).
Tata Cara Shalat Tahajjud
Pelaksanaan shalat tahajjud dianjurkan setelah bangun dari tidur di waktu sepertiga malam. Bahkan, hukumnya makruh jika sengaja tidak tidur, karena tubuh butuh istirahat.
Jumlah rakaat shalat tahajjud paling sedikit ialah dua rakaat dan tidak memiliki batas maksimal. Jadi, diperbolehkan bagi seseorang yang ingin mengerjakan shalat tahajjud dengan jumlah sebanyak-banyaknya.
1. Niat
Mengerjakan shalat tahajjud sama seperti mengerjakan shalat lainnya, hanya saja terdapat perbedaan dalam niat. Berikut niat sholat tahajjud:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Niat tersebut diucapkan bersamaan dengan melakukan takbiratul ihram.
2. Membaca Surah Pendek
Setelah membaca niat, kemudian dilanjutkan dengan membaca iftitah dan surah Al-Fatihah. Lalu, membaca surah-surah pendek yang terdapat dalam Al-Qur'an seperti Al-Ikhlas, An-Nas, Al- Falaq dan lain sebagainya. Setelah itu, dapat melanjutkan dengan gerakan shalat lainnya hingga salam.
Doa Shalat Tahajjud
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.
اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
فِي الْأَرْضِ مَعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ مُقَسَّمًا قَرِّبْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَاكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا أَنْتَ أَهْلُهُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Alḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn. Allāhumma ṣalli 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā āli sayyidinā Muḥammad.
Allāhumma lakal-ḥamdu anta malikus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna. Wa lakal-ḥamdu anta nūrus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna. Wa lakal-ḥamdu antal-ḥaqqu wa wa'dukal-ḥaqqu wa liqā'ukal-ḥaqqu wa qawluka al-ḥaqqu wal-jannatu ḥaqqun wan-nāru ḥaqqun wan-nabiyyūna ḥaqqun wa Muḥammadun ṣallallāhu 'alaihi wa sallama ḥaqqun was-sā'atu ḥaqqun.
Allāhumma laka aslamtu wa bika āmantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khāṣamtu wa ilaika ḥākamtu, faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu wa mā asrartu wa mā a'lantu wa mā anta a'lamu bihi minnī. Antal-muqaddimu wa antal-mu'akhkhiru lā ilāha illā anta wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Fīl-arḍi mu'assaran fayassirhu, wa in kāna muqassaman qarribhu, wa in kāna ḥarāman faṭahhirhu, wa in kāna ba'īdan faqarribhu, biḥaqqi ḍuḥā'ika wa bahā'ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. Ātinī mā anta ahluh. Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Subḥāna rabbika rabbil-'izzati 'ammā yaṣifūn. Wa salāmun 'alal-mursalīn. Walḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya: "“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”.