ARASVARA.ID - Kata Londo Ireng sudah aja sejak 190 tahun lalu tepatnya saat Belanda kewalahan menghadapi Pangeran Diponegoro di Perang Jawa.

Kini makna kata tersebut sudah berpindah haluan menjadi bentuk sindiran terhadap seseorang yang berkhianat.

Padahal aslinya kata tersebut berbeda maknanya, mari selengkapnya cek faktanya melalui artikel ini.

Baca Juga: Makna Lagu "Sakedung Kading" yang Viral di Sosial Media, Sebenarnya Berjudul "Pa Dung Ding", Ini Lirik dan Terjemahannya!

Sejarah Kata Londo Ireng

Kata londo yang merujuk pada orang Belanda dan ireng dengan arti hitam mengacu ke warna kulit.

Istilah kata Londo Ireng sudah ada pada tahun 1830 kala Belanda kekurangan pasukan saat melawan Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa.

Dalam bahasa Belanda istilah kata Zwarte Hollanders yang berarti Belanda Hitam. Hal tersebut diungkapkan dalam buku yang berjudul Zwarte Hollanders.

Baca Juga: Makna dan Lirik Lagu "Ini Abadi" Perunggu, Kehidupan yang Tenang

Pasalnya, Belanda mendatangkan serdadu dari Afrika yang direkrut menjadi tentara kolonial di Nusantara.

Kala itu serdadu Afrika menjadi kekuatan besar untuk membantu kolonial dalam melakukan Perang Aceh.

Jadi asal usul kata ini lahir disaat Belanda ada dalam titik lemahnya bukan dari masa kejayaan.

Baca Juga: Makna Lirik Lagu "Astaga Bercanda" Akbar Chalay dan Mingse (Bunga Reyza).

Mengapa Kata Londo Ireng Berubah Makna?

Istilah yang sudah ada sejak 190 tahun lalu, kini sudah berubah makna seiring berjalannya waktu.

Perubahan makna kata tersebut dirasa merujuk kepada Belanda yang sudah berkhianat dengan Indonesia dahulu kala.

Page Break

Alhasil, kini istilah tersebut sudah merujuk untuk menyindiri orang yang berkhianat.

Bisa juga kata tersebut dipakai sebagai kata siapapun yang dianggap membela pihak luar dari pada bangsa sendiri.

Kata yang lahir bermula dari paksaan kini diwariskan sebagai tuduhan.